Beranda Inpirasi & Kisah Manusia itu Bagaikan Rombongan yang Memasuki Kereta

Manusia itu Bagaikan Rombongan yang Memasuki Kereta

373

Innalillahiwainnailaihirojiun telah meninggal dunia saudara kita tercinta Bapak H. Laode Agus Mukmin semoga almarhum khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin Ya Robbal’akamiin.

Pagiini sudah mendapat kabar duka dari seorang sahabat ….ya, saya mungkin tak dekat tapi ketika tangan ini sudah berjabat itulah teman dan sahabat buat saya.

Hampir saja saya lupa intropeksi diri di pagi ini karena aktifitas yang harus saya ikuti, tapi cara Tuhan menegur saya sungguh indah kamu jangan pernah lupa ketika kamu sibuk mencari dunia ada setiap saat kematian yang akan menjemput kita.

Hendak mandi tiba-tiba air yang keluar kotor tanda saatnya toren berbersih tempatnya itupun akhirnya membuat saya intropeksi diri lagi.
Ah alangkah takutnya saya ketika ajal itu menjemput belum atau tidak pada saatnya saya dalam keadaan bersih badan maupun hati.

Teringat kembali pesan bapak sebelum menghadapNya,

“Manusia itu ibarat rombongan kereta diberi pilihan masuk dalam gerbang kebaikan atau keburukan dan pada saat sampai tujuan masing-masing diperiksa tiketnya dan petugas pasti tau tiket masing-masing dari kita asli atau selundupan dalam kemasan kebaikan, dan keburukan tersebut saat itulah anggota rombongan tak mampu menolong kita,”

Ah bapak …..bapak selalu sukses bikin saya takut pada siksa Tuhan dengan kalimat terakhir dan pecutannya jauh lebih menyakitkan dari ciptaan manusia padahal hanya untuk sekedar mengingatkan saya untuk rajin ibadah.

Katanya dalam agama manapun ada ajaran-ajaran kebaikan bagi sesama maka patuhilah pada ajarannya agar kita tidak memilih gerbong yang salah.

Tuhan tak beri saya waktu lama untuk banyak belajar padamu pak ….dan agar pikiran, hati dan alam membimbing saya untuk belajar tanpa sadar.

Surgaku saat engkau masih hidup ada di ujung kakimu namun surga itu kau percayakan pada suamiku karena bapak sadar Tuhan tak memberi waktu lama untuk engkau membimbingku.

Terkejut saya ketika sahabat saya dalam perjlanan menegur saya sudah sampe ibu ….ah saya selalu lupa ketika sedang asik menulis dan bercerita….apapun cerita dipagi ini jangan lupa untuk selalu bahagia karena dalam kebahagian ada proses sabar dan rasa syukur yg dalam….

Ini ceritaku pagi ini bagaimana dengan kamu sahabat….

Selamat jalan sahabatku semoga Allah swt kabulkan niat baikmu menjadi dewan yang terhormat dalam surgaNya dan ajal itu menjemput ketika engkau sedang menabur kebaikan semoga ada iklash didalamnya sehingga Allah jadikan ladang pahala aamiin YRA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here