Beranda Ruang Cerpen Sebuah Perjalanan Cinta Part VI

Sebuah Perjalanan Cinta Part VI

317

Tiara memasuki kehidupan baru. Dunia kampus yang penuh dengan dinamika pergaulan dari banyak teman-teman baru. Tiara yang sekarang bukanlah Tiara yang dulu. Kini, ia tak selincah dulu. Keceriaan Tiara hilang sejak keluar dari SMA dan Rio tak ada disampingnya. Dia lebih banyak diam dan tak terlalu suka bergaul dengan teman-temannya. Terkadang batinnya berbisik “Andai beasiswa itu aku ambil pasti aku bisa kuliah di kota yang berdekatan dengan Rio.” Ya, karena jurusan dan sekolah yang akhirnya Tiara pilih pun tidak sesuai dengan harapan dan keinginannya. Sebab, yang diinginkanna kini hanya satu yaitu, membahagiakan ke dua orang tuanya agar kehidupannya kembali seperti sedia kala.

Hari-harinya terasa hampa dan tanpa harapan. Hatinya tertutup erat tanpa sedikitpun udara bisa masuk ke dalamnya. Sunyi, senyap, dingin dan bisu. Dia tak pernah lagi berharap perasaannya pada orang lain. Rasa takut kecewa dan terluka lagi oleh harapan-harapan yang dia buat dan yakini. Kini dia hanya menjalani apa yang ada di depannya. Berusaha menikmati apa yang sedang terjadi degan menjalani apapun yang membuat hatinya terhibur dan gembira tanpa mengharapkan balasan orang-orang di sekelilingnya.

Aktifitas sehari-harinya hanya berangkat dari rumah menuju kampus dan segera kembali ke rumah.  Berdiam diri di dalam kamar, menikmati kesendirian dan kesunyian hatinya. Sesekali dia bertemu sahabatnya Puji untuk sekedar melepas rasa rindu. Sementara sejak malam itu Rio tak pernah ada kabar berita begitupun pula Puji, keberadaannya seperti hilang ditelan gelapnya malam itu bersama kereta api yang dinaikinya. Hati dan jiwa Tiara terasa sepi menanti kabar yang tak kunjung datang selama 8 bulan telah berlalu.

Kehidupan kampus tak lagi menarik baginya termasuk mencari pengganti Rio. Beberapa teman dan kakak kelasnya mencoba mendekati, tetappi Tiara segera menjauh dari mereka.

Rio dan Arjuna adalah dua laki-laki yang selalu ada di kehidupan dan pikiran  Tiara. Rio merupakan sosok pribadi yang ceria serta penuh semangat. Seperti anak muda pada umumnya, ketika cemburu langsung diungkapkan secara meledak-ledak dan ingin menghajar laki-laki yang menggoda kekasihnya. Sedangkan Arjuna adalah sosok pribadi yang tak banyak bicara basa basi, terkesan dewasa mengayomi dan selalu ada ketika Tiara membutuhkannya. Entah mengapa Tuhan seakan mengirim kehadirannya ketika Tiara membutuhkan orang lain disisinya dan keahliannya membuat orang-orang disekeliling Tiara senang padanya.

Tiara butuh dukungan yang tinggi untuk mengikuti setiap mata kuliah penjurusan karena semuanya itu tidak ia minati. Beruntung dia bertemu dengan seorang kakak kelas yg menjadi asisten dosen di salah satu mata kuliah, namanya Anton. Dia banyak membimbing dan mengajari Tiara untuk mendapat nilai yang baik terutama ketika praktek di laboratorium. Sementara ini Anton adalah teman dekatnya setelah satu tahun berada dikampus.

Diawali  ketidak mengertian Tiara diruang praktek dan kebetulan ada Anton yang sedang mengawasi dan membimbing mahasiswa yang sedang belajar disitu. Sejak itu mereka mulai akrab untuk sekedar diskusi masalah pelajaran. Sesekali pulang bareng karena waktu selesai kuliahnya yang sama. Namun, setelah beberapa lama suatu hari Anton bertanya

“Tiara boleh aku bertanya?”

“Iya, Kak silahkan. Apa yang ingin kakak tanyakan?” jawab Tiara santai sambil berjalan menuju halte mikromini.

“Kemarin aku ditemui seseorang yang bernama Arjuna.”

to be continued https://wiwiekhargono.com/2019/01/23/sebuah-perjalanan-cinta-part-vii/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here