Beranda Wiwiek's Journey Memulangkan Anak Kota Bekasi dari Papua

Memulangkan Anak Kota Bekasi dari Papua

277

Ini merupakan pengalaman baru yg luar biasa dan tdk pernah sy bayangkan akan mengalaminya. Ya, saya serasa ikut bagian dlm sebuah sinetron laga, dimana saya menjadi bagian dr tim polisi yg menggrebek untuk menyelamatkan seorang korban.

Berawal dari sebuah kabar adanya laporan orangtua warga ke sebuah LSM dan mendesak pemerintah kota utk ikut membantu menyelesaikan kasus trafficking anak. Ya, kasus penjualan anak. Sebuah kasus yang sangat ironi dan mengiris hati kita sebagai manusia. Tentu, hati tergerak ingin membantu si anak.

Hape saya berdering, ternyata sebuah telpon dari Ibu Kadis DP3A yaitu Ibu Riswanty, langsung saya angkat. Benar saja bu Kadis langsung membicarakan ksus human trafficing yang menimpa anak Kota Bekasi. Mungkin ini yang dinamakan semesta mendukung.
Langsung to the point, Ibu Riswanty mengajak saya berangkat ke Nabire utk menjemput anak itu dgn situasi dan kondisi yg kami blm tau. Dengan berbekal bismillah dan rasa peduli pada anak2 di Kota Bekasi serta penasaran akan sebuah kasus tersebut, saya memutuskan untuk ikut membantu menyelamatan masa depan si anak. “Ya Tuhan bantu niat baik kami dgn tanganmu” namun sebelumnya sy memohon ijin dan doa restu mas tri utk pergi mengemban misi ini dan mas tri sll berbisik lembut dan berkata pergilah asal itu buat kamu bahagia dan bermanfaat buat org banyak….ya Allah, i love you full mas tri…😍😘😊😉

Akhirnya, kami berangkat ke Nabire pada Rabu, 10 Okt 2018 bersama 2 org dari Polresta Kota Bekasi, 2 org Dinas DP3A Kota Bekasi yg didlmnya ada Ibu Riswanty, 1 org dari KPAD dan saya sendiri yang berjumlah 6 orang.

Ceritapun dimulai, perjalanan yg saya tempuh hampir kurang lebh 10 jam dan kami berseloroh, “inilah perjalanan umroh kita di bumi nusantara” ya, karena jarak yang kami tempuh hampir sama dgn waktu ketika kita berangkat haji atau umroh.

Tanpa terasa, kami menjejakkan kaki di tanah Nanire dan pergi ke hotel untuk beristirahat sejenak. Disana kami punya semangat yg sama utk segera mendapatkan anak tsb dlm pelukan kami.

Ada yang menarik, disini sy merasakan sensasi masuk dalam cerita detektif (seperti serial kartun Conan)🤦‍♀ ternyata si anak blm dlm tangan kepolisian setempat, walaupun statusnya sdh ditebus dr si mami yg menguasai anak slm ini. Sehingga kami harus mengatur strategi agar mereka tdk berpindah tempat, krn dikhawatirkan mereka akan resah dengan kehadiran kami. Saya langsung terbayang si jendral Krisna Murti yg sempat jadi idola para kaum hawa ketika sdg mengendap2 utk melumpuhkan teroris yg tertangkap kamera dgn stelan tas dan sepatunya yg menawan. jgn2 sy akan spt dia 😜😍.

Lamunanku buyar ketika sebuah tepukan mendarat dipinggang, “ayoo bu kita berangkat ke polres utk koordinasi dan laporan ttg giat kita kali ini” ucap salah satu tim kami. Kami langsung bergegas dan diterima dgn baik oleh tim polres yg menangani kasus ini, Ternyata mereka sama2 wong jowo yg sdh 29thn tinggal di Kota ini.

Sepakat pada strategi yang telah di brief, kamipun berangkat dgn perjanjian sy akan menunggu di mobil dr jarak yang cukup jauh, dan akan mendekat ketika target sdh diamankan. “Ah, peran adegan sbg seorang krisna murty pun lenyap seketika,” ucap saya dalam hati karna tak dilibatkan dalam proses penanganan langsung. Tapi saya tetap berdoa supaya negosiasi dan penanganan berjalan dengan baik.

Tdk butuh waktu lama, seorang anggota polisi memanggil kami dan mengisyarakatkan utk segera mendekat. Tiba2 hati ini berdegub kencang, naluriku sebagai seorang ibu tiba2 datang, membayangan anak perempuan yang seorang diri dikota org dengan kondisi memprihatinkan ingin segera pulang menemui orgtua kandungnya. Tanpa menunggu lama sy segera turun dr mobil, tampak seorang gadis lugu dihadapan saya, tanpa basa basi, saya langsung memeluknya dan berusaha menahan turunnya derai air mata dan si anakpun menangis lepas entah apa yg dia rasakan saat itu, ketika kembali merdeka menghirup udara segar dengan bebas. Yang jelas, si anak sangat bahagia ketika bertemu kami. Nuansa haru menyelimuti kondisi saat itu, sungguh menyedihkan terbayang rasanya bagaimana semua biaya si anak dan kehidupannya slm disini dianggap sbg modal utk dijadikan hutang dan dia semakin terjerat dan tak mungkin bisa pulang. Kini, si anak sudah berada dalam kehangatan kami untuk dibawa pulang ke bumi Patriot. Dalam perjalanan meninggalkan tempat yg membuatnya tersiksa, kami terus membangun komunikasi.. dan ternyata ada sisi lain selama dia berada dalam dekapan si penjahat selama ini. 

 

Bumi papua yg seakan menyeramkan ternyata lebih ramah dari yg sehari2 terkadang sy saksikan dan rasakan….
Bumi papua yg seakan2 tak bersahabat ternyata jauh lebih erat rasa persaudaraan dan kekerabatannya buat para perantauan disana.
Bumi papua yg tak bertoleransi ternyata jauh lbh toleransi dengan berbagai macam perbedaan yg ada disana….
Rasanya malu hati ini dgn prasangka2 selama ini …inilah yg dulu pernah diceritakan ibu bapakku bahwa tanah airku itu penuh dgn rasa persaudaraan, kerukunan dan persatuan. 
Jangan lagi sahabat kita mudah di pecah belah karena kepentingan utk pencapaian sesuatu.
Jgn lg kita di adu domba karna fitnah2 keji manusia2 yg tak punya hati.
Karena sesungguhnya kita besar ketika kita bersatu dan kita kecil ketika kita saling beradu…
Stop hoax apalagi fitnah yg tak beralasan karena sesungguhnya kebenaran tak akan pernah disukai oleh kebohongan dan itu sdh hukum alam.
Apapun ceritamu hari ini jgn lupa bahagia😉😍😊😘 dan satu kalimat yg saya rasakan saat ini ” aku rindu kamu mas tri dan anak2 ” 😍😘

 

Mau tau kisah dan drama sepasang anak muda yang terlibat asmara dalam perjalanan memulangkan anak Kota Bekasi dari tanah Papua ini? Silahkan cek di ->

https://wiwiekhargono.com/2019/02/12/cinta-itu-tak-pernah-tahu-kapan-datangnya-dan-kapan-merasakannya-begitu-dalam-begitu-mengesankan/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here