Beranda Ruang Cerpen Cinta Itu, Tak Pernah Tahu Kapan Datangnya dan Kapan Merasakannya. Begitu Dalam,...

Cinta Itu, Tak Pernah Tahu Kapan Datangnya dan Kapan Merasakannya. Begitu Dalam, Begitu Mengesankan.

222

Namanya Ani (bukan nama sebenarnya) datang ke tanah Papua karena bujuk rayu, pekerjaan idaman, bisa bernyanyi dari cafe ke cafe, bahkan melejit menjadi bintang seperti sang idola, Lilin Herlina. Maklum, kesehariannya hanya bernyanyi dijalanan, sebagai pengamen di lampu merah, dilecehkan dan diusir sudah menjadi bagian dari hari-harinya.

Ketika ada yang menawarkan sebuah peluang, daya kritisnya mungkin hilang seketika, karena janji hidup yang lebih baik, apalagi itu diraih dengan cara sesuai dengan impiannya. Bak segelas air minum di padang pasir, Ani meneguk tawaran itu tanpa memikirkan resiko dibaliknya.

Singkat, setibanya di tujuan di mana Ani di bawa, agak asing, tapi kondisi alamnya begitu indah, ya, tanah Papua. Pengalaman pertama Ani menginjakan kaki di tanah Papua, tepatnya di Kabupaten Nabire.

Setibanya di tanah Nabire, harapan Ani pun perlahan mulai lenyap, hari demi hari, waktu demi waktu hidup semakin tak menentu, jauh dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Sampai pada akhirnya seseorang menelpon, Tikno namanya.

“Bagaimana bisa Tikno tiba – tiba bisa menghubungi Ani?,” Tanya tim penjemput dari Kota Bekasi. “Ketika itu saya dapat nomer Ani dari seorang kawan yang kebetulan sudah punya istri, kontak Ani dikasih ke saya, saya hubungi, kami berkomunikasi dan nyambung,” singkat Tikno menjawab.

Ani menyaut, sambil mengusap air matanya. “Iya Bu, saya nyaman berkomunikasi dengan Tikno, sedikit membuat saya melupakan kesedihan Bu,” terang Ani sambil sesegukan.

Singkat cerita, Tikno inilah yang membuka tabir praktik human trafficking yang dialami oleh Ani. Dari nyaman berkomunikasi, sampai akhirnya tumbuh benih-benih cinta, Tikno gelisah dengan kondisi Ani, yang terbelengu oleh Mami yang manaunginya, jika ingin keluar dari perangkap, Ani harus membayar hutang kepada Mami.

Semakin tak karuan, dagangan bakso malang, sumber penghasilan tikno pun terganggu karena situasi Ani, kekasih hatinya yang menyedihkan. Tak kuasa, akhirnya Tikno memberanikan diri untuk menceritakan hal yang dialaminya kepada kakaknya, tempat ia menumpang selama di Nabire, kurang lebih 1 tahun lamanya Tikno sudah ikut bersama sang kakak.

Karena merasa kasian kepada kondisi Tikno, sang kakakpun tak tega, dan akhirnya memutuskan untuk mencicil hutang Ani kepada maminya, sampai akhirnya hutang lunas dan Ani dapat dibawa keluar oleh Tikno, bahagia, pastinya. Tapi ada kebingungan setelah Ani berhasil dibawa keluar.

Sementara disini orang tua ani bingung mencari dan mencari sang buah hati sampailah aduan ini ke Dinas PPA kota Bekasi dan membentuk tim utk menjemputnya dengan mengatakan kamilah orang tua ani …. ya memang kami orang tua yg harus menaungin anak2 se kota Bekasi semampu kami.

Sedikit kisah bagaimana Tikno bisa mengenal Ani yg kita anggap ketidaksengajaan bagi saya ini adalah jalan Tuhan, cara Tuhan mengulurkan bantuannya, cara Tuhan menjawab doa dan kesedihan Ani yang didzolimi.

Mendapat kabar Ani akan dijemput oleh rombongan dari Kota Bekasi, terbesit niat baik sang kakak untuk menikahkan adiknya, Tiknopun menyambut antusias terlebih keduanya memang sudah saling mencinta. Pernikahan adalah jalan terbaik.

Namun sayang, ketika rombongan datang tidak ada satupun terlihat orang tua Ani dan merekapun baru tau kalau kasus ini sdh ditangani byk pihak termasuk kepolisian bukan cuma urusan sepasang dua sejoli.

Nampak keceriaan Tikno berubah total, terlebih kami menjelaskan bahwa usia Ani belum cukup untuk melakukan pernikahan.

Ya, lagi-lagi kita hanya mampu merencana, Tuhanlah yang menentukan segalanya.

Tikno, akhirnya pasrah dan memilih menaati hukum di Indonesia mengenai pernikahan. Tikno dan Ani harus terpisah karena memang ani harus kembali ke kota Bekasi dan pelukan orang tua lagi, namun tetap berkomitmen untuk saling setia dan menunggu, 2 tahun lagi di mana usia Ani cukup untuk melakukan pernikahan.

Saya seketika teringat, kisah saya dan Mas Tri, yang sempat terpisah jarak yang cukup jauh dalam waktu yang lumayan lama, namun hati selalu tertaut, saling menjaga dalam kesetiaan. Pada akhirnya akan berakhir indah, percayalah pada apa yg disebut dengan kekuatan cinta.

Untuk anakku, Tikno dan Ani, waktu 2 tahun bukanlah waktu yang panjang untuk menyiapkan rumah tangga yang matang, rumah tangga yang sehat dan rumah tangga yang harmonis.

Teruslah berusaha, siapkan mental, siapkan fisik untuk dunia kalian yang baru, 2 tahun nanti. Saling menjaga dan jangan lupa untuk berdoa dan saling mendoakan, semoga Allah SWT selalu melindungi kalian berdua, memberikan jalan terbaik bagi hidup kalian, aamiin.

Buat seluruh orang tua jaga dan lindungi anak2 kita dari orang2 yg hendak merusak masa depan mereka dan kebahagiaannya karena mereka adalah investasi kita di dunia dan akherat yg sdh Tuhan titipkan pada kita. Karena mencegah jauh lebih mudah dibanding stlh berprahara dan butuh biaya dan koordinasi byk pihak agar dapat memecah masalah.

Apapun ceritamu hari ini tetap senyum dan bahagia ya karena kota Bekasi butuh senyum manis dari kita semua utk berkarya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here