Beranda Inpirasi & Kisah Festival Make a Music Day di Tengah Gunung Sampah

Festival Make a Music Day di Tengah Gunung Sampah

552

Sekitar 8.500 ton/ hari sampah dari warga DKI dan Bekasi (data Januari 2019) dibuang ke tempat pembuangan sampah terpadu (tpst) Bantar Gerbang dimana terjadi kenaikan 400 ton/hari dari data di tahun 2018. Informasi yang saya bacapun terdapat 6.000 pemulung yang tinggal di sekitar wilayah itu yang terdiri dari orang dewasa juga anak-anak. Yang mencengangkan adalah kebanyakan dari anak2 tersebut tidak bersekolah.

Resa Boerand si putri sampah julukannya dahulu semasa kecil yang akhirnya terpanggil untuk mengubah pola pikir masyarakat disana. Terdorong dari pengalamannya sendiri, sulit bisa untuk bersekolah dan setelah berhasil meraih sarjana, kembali lagi membangun wilayahnya dengan mendirikan sanggar edukasi anak BGBJ Bantar Gebang (biji biji ) yang artinya anak-anak adalah biji yang nantinya bisa tumbuh dimana pun tempatnya kemudian menjadi pohon yang kuat dan bisa bermanfaat bagi orang lain.
Mba resa mengajak teman2nya dr luar negeri seperti Belanda, Jerman, Prancis dan Australia untuk ikut membangun kampungnya. Tidak banyak orang2 seperti mba Resa di bumi ini setelah berhasil kemudian terpanggil untuk berbakti dan mengabdi di kampung sendiri.

Festival β€˜Make Music Day’ yg diselenggarakan oleh BGBJ di Bantar Gebang Bekasi, tampil sejumlah anak memainkan musik instrumen. Peralatan musik yang mereka gunakan, bukanlah dibeli dari toko musik, melainkan mencari dan mengambilnya dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Ini undangan yg saya hadiri bersama mas Tri dan sayapun ikut bernyanyi bersama anak2 BGBJ ..eh yg ambil gambarnya anak2 laskar pelangi dr kota Bekasi loh 😘. Hadir juga saya liat orang2 asing sbg relawan dan yg istimewa kegiatan kali ini dihadiri oleh prillylatuconsina artis yg sedang naik daun dikalangan anak muda. Pancaran kebahagiaan dan harapan akan masa depan terlihat dimata anak2 BGBJ Bantar Gerbang disabtu siang penuh cerita.

Foto2 dgn latar belakang gunung dan bau sampah tak menghalangi semangat anak maupun relawan utk tersenyum bahagia sama seperti kebahagian anak2 tk RA. Muslimat yg saya hadiri jg acara kelulusannya di salah 1 mall di tengah kota. Setelah acara peresmian sebuah masjid dan undangan pernikahan beberapa warga dalam perjalanan menuju lokasi lainnya tiba2 mas Tri bersuara ” cari istri itu seperti pancaran mata istri saya dan mb prillylatuconsina penuh keteduhan dan cinta, iya kan ma ? Mata dan senyum itu yg dulu buat saya jatuh cinta ” sindiran buat para ajudannya yg masih setia dgn status jomblonya🀣 …ah mas tri pasti lupa dulu pas merayu bilangnya saya spt nia daniati waktu muda knp skrg jadi kayak mb prillylatuconsina πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£ sambil memegang tangan saya, berbisik mesra ” karena cantikmu tak pernah termakan usia …” #eeeaaa serasa malming kemarin penuh bunga2😍😘🀣

Potensi, bakat dan bintang2 bersinar bisa muncul dari mana saja termasuk dari bantar gerbang yg penuh tumpukan sampah namun berlian tetaplah berlian. Kilaunya akan tetap mempesona jika kita mampu memolesnya menjadi batu permata….buat anak2ku di kota Bekasi dan yg jauh dirantau karna study, jgn lelah dan terus bahagia utk mengejar cita2 dan mimpi tentang masa depan yg indah 😍😘

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here