Beranda Coretan Wiwiek Hargono Memotivasi bukanlah untuk Menyalahkan

Memotivasi bukanlah untuk Menyalahkan

230

Terkadang dalam menjalani kehidupan sehari-hari dibutuhkan dorongan atau motivasi seseorang didalam kehidupannya atau dalam sebuah kelompok atau lingkungan tempat kita berinteraksi untuk bangkit dan merubah keadaan.

“Motivasi” merupakan kata yang akrab di telinga kita. Namun, yang jadi pertanyaan adalah apakah motivasi itu ? Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu yang dinginkan. motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

Dalam situasi seperti saat ini, pandemi virus covid-19 di dunia semakin bertambah. Di butuhkan untuk saling memotivasi agar kita sama-sama bisa dengan cepat kembali dalam kehidupan yang normal seperti semula. Baik dari sisi ekonomi, stabilitas dan emosi serta faktor spikologis untuk seseorang yang positif covid-19 maupun bagi kita yang masih waspada agar terhindar dari penyebaran virus tersebut.

Dalam ilmu anatomi personalities, sikap optimis dan berpikir positif akan mampu meningkatkan imunitas bagi tubuh seseorang. Sebaliknya dengan berpikir negatif, cemas berlebihan dan menyalahkan orang lain maupun keadaan, turut andil terhadap turunnya sistem kekebalan tubuh seseorang.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Universitas Queensland, yakni Sikap positif dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bisa membantu hidup lebih lama. Penelitian ini diikuti sekelompok orang dewasa berusia 65-90 tahun.

“Peserta yang lebih banyak melihat gambar atau foto positif ketimbang negatif memiliki antibodi dalam darah yang menunjukkan sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat dibanding rekan-rekan mereka yang negatif,” kata peneliti utama, Dr Elise Kalokerinos.

“ Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan kalian. Dan Allah memaafkan banyak ( dari kesalahan kalian ) Qs. Asy-Syuuraa:30 .
“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri” Qs. Ar-Ra’d:11.

Ayat-ayat tersebut sering kita dengar dan kita baca, namun seberapa mampu kita mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari itu yang harus menjadi pertanyaan tentunya sebagai bahan intropeksi diri.

Pakar-pakar motivator kesuksesan dalam buku-bukunya maupun seminar-seminar mereka selalu mengatakan “ berfokuslah pada tujuan bukan pada pemenang “. Artinya kita dituntut untuk fokus pada apa yang menjadi keingan kita saat ini, bukan menjadi pemenang karena mampu menyalahkan orang lain maupun keadaan.

Orang-orang sukses akan selalu menjadikan kesalahan atau kegagalan untuk dijadikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi diri sendiri dan lingkungan. Sementara orang yang gagal adalah akan selalu down atau menyalahkan keadaan ketika menghadapi kesulitan.

“ Ah…itu teori, prakteknya susah tak semudah membalikkan telapak tangan”. Itulah yang menjadi pembeda orang sukses dan yang tidak. Setiap Teori yang dia dapat mampu diaplikasikan dalam kehidupan nyatanya bukan cuma dibaca dan kemudian dicari alasan yang pas untuk akhirnya dihempaskan begitu saja.

Saatnya sama-sama belajar untuk mempraktekan setiap ilmu yang kita dapat dengan berpasrah, tawakal dan meyakini dengan sebaik-baiknya.

“ Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang ) kecuali dengan izin Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. “
( Qs. At-taghabun 64:11 )

Sahabat coretan Wiwiek Hargono yuuk, memotivasi diri dan orang lain, agar tetap semangat, pantang menyerah serta merubah maindset untuk segera mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada untuk bisa bertahan dan cepat mengakhiri situasi yang ada saat ini. Jangan lupa bahagia ya agar daya imun kita kuat dan virus apapun lenyap.😍😘😊🥰

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here