Beranda Coretan Wiwiek Hargono R I S E T P A S A R

R I S E T P A S A R

173
Dalam mengembangkan usaha yang sedang kita jalani perlu melakukan riset pasar terlebih dahulu, Karena dengan melakukan riset tersebut kita akan tau apa yang sedang dibutuhkan pasar atau konsumen kita, selain itu bisa juga untuk mengetahui pesaing-pesaing yang ada. Penyebaran pandemi covid 19 telah berdampak pada banyak sektor usaha baik di dunia maupun di Indonesia.
Teori-teori ekonomi yang selama ini berlaku akhirnya perlu kembali di lakukan evaluasi dan riset baru untuk mengetahui perubahan prilaku konsumen sejak virus covid 19 melanda. Tetapi jangan juga membuat kita patah semangat untuk terus berusaha dan berdoa untuk bisa mengembangan usaha maupun mencoba membuka sebuah usaha.
Ada tips dari saya bagi pemula yang ingin membuka usaha baru diantaranya yaitu :
1. Kenali tren bisnis yang sedang banyak diminati. Gunakan sistem ATM ( Amati, Tiru dan Modifikasi ) buat keunikan tersendiri agar produk kita berbeda dengan produk lain yang sejenis dan banyak diminati tersebut.
2. Pastikan Margin ( keuntungan ) yang kita dapat baik karena jika marginnya terlalu tipis akan mudah beresiko mengalami kerugian. Sehingga perlu detail dan mencari HPP ( harga pokok penjualan ) dengan baik. Perlu sering hunting mencari sumber bahan produksi yang murah sehingga produk kita terjangkau konsumen dengan kualitas yang tak kalah. HPP + Margin = Harga Jual. Cara cepat tentukan harga jual dengan mengecek harga kompetitor dengan segmen produk yang sama.
3. Pastikan pelayanan yang kita berikan baik sehingga ada repeat order lagi. pastikan juga repeat Order berjalan lancar dan selalu di cari atau dibeli orang setiap hari atau bulannya. Agar produksi produk yang kita hasilkan berjalan lancar tanpa hambatan.
Sementara untuk para pelaku usaha yang sudah berjalan saat ini perlu dilakukan riset untuk mengetahui perubahan perilaku konsumen akibat pademi covid 19 ini agar strategi-strategi penjualan yang kita lakukan tepat sasaran dan memang di butuhkan banyak konsumen diantaranya :
1. Banyaknya korban nyawa akibat covid 19 melahirkan masyarakat yang empati dan syarat solidaritas sosial.
Saat pandemi melanda kondisi mental orang-orang akan mengalami tiga hal merasa takut, tergesa-gesa bahkan sempat kehilangan kontrol. Orang cenderung akan bergerak berdasarkan psikologisnya yang dialami saat itu. Bukti yang terjadi di Indonesia adalah diawal-awal pandemi banyak orang berbondong-bondong membeli masker tanpa pikir panjang. Namun akhirnya memberikan banyak peluang untuk banyak menghasilkan pendapatan lebih bagi banyak orang dengan memproduksi masker bahan sebagai gantinya.
Selanjutnya banyak aksi-aksi sosial untuk saling peduli pada sesama itupun membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk bisa dan memanfaatkan moment yang ada. Aksi-aksi sosial yang di lakukan perorangan maupun organisasi untuk saling peduli dengan membagikan baju APD, fieldshied, masker bagi tenaga medis untuk mempermudah dalam bekerja.
2. Gaya hidup baru stay at home dengan WFH karena sosial distancing.
WFH adalah singkatan work from home yang berarti bekerja dari rumah. Secara umum biasanya WFH diartikan dengan cara kerja karyawan yang berada diluar kantor baik di rumah, cafe ataupun restaurant. Saat ini ternyata WFH sedang menjadi solusi karena adanya wabah virus covid 19. Hal ini untuk mengurangi resiko penularan virus dan menjaga keselamatan banyak orang. Proses ini memungkinkan orang tak perlu datang ke lokasi kerja, sekolah atau bentuk-bentuk kegiatan lain yang sifatnya berkumpul dengan banyak orang. Kebijakan inipun membuka peluang untuk kita bisa mengembangkan usaha atau untuk memulai usaha.
3. Teori Maslow, konsumen bergeser dari puncak piramida ( aktualisasi diri dan kehormatan ) Ke dasar, yaitu makan, kesehatan, keamanan jiwa raga.
Abraham Maslow menjelaskan mengapa orang di dorong oleh kebutuhan tertentu pada waktu tertentu. Kebutuhan manusia tersusun dalam hierarki dari yang paling mendesak sampai pada kebutuhan aktualisasi diri. Berdasarkan urutan tingkat kepentingannya, yaitu : kebutuhan fisik, keamanan, sosial, penghargaan, aktualisasi diri.
Dalam situasi pandemi yang tidak menentu ini, tanpak jelas masyarakat fokus pada pemenuhan kebutuhan untuk mempertahankan hidup secara fisik dan fisiologis serta kebutuhan rasa aman terbebas dari penyakit dan rasa takut. Tidak sedikit dari kita yang mengeluhkan ketidak stabilan ekonomi baik yang sebelumnya berada pada titik kebutuhan yang paling tinggi sekalipun bisa jadi sekarang juga mengalami sedikit banyak dampak covid 19 ini.
Banyak perusahaan-perusahaan besar yang menunjukan aktualisasi diri seseorang dengan brand tertentu akhirnyapun gulung tikar karena saat ini lebih banyak orang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar untuk bisa bertahan hidup dengan tercukupinya kebutuhan untuk makan. Kondisi inipun akan memberi peluang bagi pelaku usaha menengah kecil untuk mengambil celah dari sisi kebutuhan hidup banyak orang dan meningkatkan pendapatan.
4. Adanya covid 19 konsumen menghindari kontak fisik dan beralih ke media digital.
Akibat Pandemi covid 19 beberapa negara memberlakukan aturan khusus pada uang kertas karena ini menjadi salah satu bentuk pencegahan penyebarannya. Selain menghindari atau mengurangi kotak fisik di minta juga untuk rutin mencuci tangan serta untuk menghindari tempat keramaian. Akhirnya kecanggihan teknologi yang di gunakan untuk menfasilitasi segala bentuk transaksi saat pandemi. Faktanya memudahkan setiap orang untuk berbelanja kebutuhan selama masa pandemi ini. Bahkan setelah WHO menyarankan untuk kurangi kontak fisik dengan dompet digital begitu juga yang terjadi di Indonesia.
Saat pemberlakukan PSBB konsumen memanfaatkan membeli kebutuhan lewat digital banyak yang memanfatkan e-commerce yang ada dan dilakukan pembayaran secara digital. cukup bermodalkan smartphone dan jaringan internet yang cepat, sehingga mereka tidak perlu meninggalkan rumah dan hanya menunggu pesanan online cukup dari rumah saja, terasa praktis bukan?
Demikian gambaran sedikit yang bisa digunakan untuk melakukan riset pasar. Dalam sebuah bisnis selain melakukan riset jangan dilupakan juga laporan keuangan yang tak kalah penting agar kita tau kondisi keuangan usaha kita berjalan dengan baik. Buat pelaku usaha menengah kecil jangan patah semangat terus berupaya dan berinovasi agar produk kita terus diminati, yang terpenting lakukan ikhtiar semaksimal mungkin dan jangan lupa tambahkan doa agar Tuhan mudahkan segalanya.
Dan yakinlah tak ada usaha yang sia-sia pupuk terus semangat serta usahanya dan nantikan hasilnya dengan jalani prosesnya penuh rasa bahagia..😍😘

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here