Senin, 13 April 2026
TP PKK Kota Bekasi terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat melalui monitoring penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wuri Handayani, didampingi jajaran Pokja 4 ke Posyandu Kenari RW 04, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan implementasi 6 SPM berjalan secara optimal di tingkat masyarakat. Standar tersebut meliputi pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial. Penerapan SPM menjadi indikator penting dalam menjamin masyarakat memperoleh layanan dasar yang merata, layak, dan berkualitas.
Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Kota Bekasi juga menyoroti kondisi di lapangan terkait masih adanya kekhawatiran sebagian orang tua terhadap pemberian vaksin dan vitamin A kepada anak. Isu ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, mengingat imunisasi dan pemenuhan gizi merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menekankan pentingnya peran kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia mendorong agar kader terus meningkatkan kapasitas diri, baik dari sisi pengetahuan maupun kemampuan komunikasi, sehingga mampu menyampaikan informasi secara persuasif, tepat, dan mudah dipahami.
“Kader Posyandu memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya layanan kesehatan dasar, khususnya imunisasi dan pemberian vitamin bagi anak,” ujar Wiwiek.
Selain itu, kader juga diharapkan dapat aktif berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan perangkat daerah lainnya untuk meningkatkan capaian layanan kesehatan. Sinergi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam memperkuat kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Wiwiek menyampaikan bahwa tantangan ke depan tidak hanya sebatas pada pelaksanaan program, tetapi juga pada kemampuan untuk terus berinovasi dalam mensosialisasikan berbagai program pemerintah. Hal ini sejalan dengan upaya transformasi Posyandu menjadi pusat layanan dasar yang terintegrasi.
“Transformasi Posyandu terus menunjukkan perkembangan yang positif. Ke depan, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup berbagai aspek kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam konteks tersebut, Posyandu juga memiliki peran penting sebagai sumber data masyarakat yang terintegrasi dengan berbagai perangkat daerah. Melalui pendataan yang akurat dan berkelanjutan, berbagai persoalan sosial dapat diidentifikasi sejak dini dan ditindaklanjuti secara kolaboratif.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Bekasi kembali menegaskan bahwa kader Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai pelopor dan pelapor di lingkungan masyarakat. Kader diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus peka terhadap berbagai permasalahan yang ada, sehingga dapat berkontribusi dalam mencari solusi bersama.
Melalui kolaborasi yang solid antara TP PKK, kader Posyandu, Puskesmas, serta perangkat daerah, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi secara berkelanjutan.
